Setelah dua tahun menunggu, Xiaomi akhirnya merilis generasi terbaru tablet andalannya, Xiaomi Pad 7 Pro, di Indonesia pada Maret 2025. Tablet ini hadir sebagai varian premium dari seri Pad 7, menawarkan berbagai peningkatan signifikan dibanding pendahulunya, Xiaomi Pad 6 Pro. Dengan harga mulai Rp7,4 jutaan, apakah tablet ini layak menjadi pilihan utama untuk produktivitas dan hiburan?
Xiaomi Pad 7 Pro hadir di saat pasar tablet semakin kompetitif. Konsumen kini mencari perangkat yang tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga mampu mendukung pekerjaan profesional. Tablet ini menjawab kebutuhan tersebut dengan kombinasi performa tinggi, layar luas, dan fitur multitasking canggih. Namun, seperti produk lainnya, Xiaomi Pad 7 Pro juga memiliki beberapa kompromi yang perlu dipertimbangkan.
Dalam artikel ini, kami akan mengupas tuntas sembilan kelebihan dan dua kekurangan Xiaomi Pad 7 Pro berdasarkan pengujian mendalam dan berbagai sumber terpercaya. Dari kualitas layar yang memukau hingga performa gaming yang mulus, mari kita eksplorasi apa yang membuat tablet ini begitu istimewa.
Layar Lebar 11,2 Inci dengan Rasio 3:2 yang Ideal untuk Multitasking
Xiaomi Pad 7 Pro membawa perubahan signifikan pada sektor layar dengan mengadopsi rasio aspek 3:2, berbeda dari pendahulunya yang menggunakan 16:10. Rasio ini membuat tampilan lebih persegi, memberikan ruang vertikal ekstra yang sangat berguna untuk membaca dokumen atau bekerja dengan beberapa aplikasi sekaligus.
Dengan ukuran 11,2 inci dan resolusi 3,2K (3200 x 2136 piksel), kepadatan piksel mencapai 287 ppi – cukup tajam untuk penggunaan sehari-hari. Meski masih menggunakan panel IPS LCD, kualitas warnanya cukup mengesankan dengan dukungan DCI-P3 dan HDR adaptif. Kecerahan maksimal 800 nit memastikan visibilitas tetap baik di bawah sinar matahari.
Fitur lain yang patut diapresiasi adalah refresh rate 144Hz yang bisa beradaptasi secara otomatis. Teknologi ini tidak hanya membuat scrolling lebih halus, tetapi juga menghemat daya baterai dengan menurunkan refresh rate saat tidak diperlukan. Untuk perlindungan mata, Xiaomi menyertakan fitur DC Dimming dan sertifikasi TÜV Rheinland untuk cahaya biru rendah.
Quad Speaker dengan Dolby Atmos untuk Pengalaman Audio Cinematic
Xiaomi tidak main-main dengan sistem audio Pad 7 Pro. Tablet ini dibekali empat speaker stereo yang diposisikan secara strategis – dua di setiap sisi saat digunakan dalam orientasi landscape. Konfigurasi ini menciptakan soundstage yang lebar dengan imaging yang akurat.
Dukungan Dolby Atmos menambah dimensi suara, memberikan kesan surround yang imersif saat menonton film atau bermain game. Menurut Tech Spurt, kualitas audio-nya “sangat powerful dan jernih”, terutama untuk konten dengan efek suara dinamik seperti adegan aksi atau konser.
Sayangnya, Xiaomi menghilangkan jack audio 3,5mm, memaksa pengguna beralih ke Bluetooth atau USB-C untuk headphone. Namun, volume maksimal yang bisa mencapai 200% (meski dengan kompresi dinamis) menjadi solusi darurat saat berada di lingkungan bising.
HyperOS 2 dan Fitur Multitasking Ala PC
Xiaomi Pad 7 Pro menjadi salah satu perangkat pertama yang menjalankan HyperOS 2 berbasis Android 15. Sistem operasi ini membawa berbagai peningkatan, termasuk antarmuka yang lebih bersih dan minim iklan – keluhan utama pengguna MIUI sebelumnya.
Fitur multitasking benar-benar menjadi fokus utama. Pengguna dapat membagi layar dengan rasio fleksibel, membuat hingga empat window aplikasi mengambang, atau mengaktifkan Workstation Mode yang menyerupai desktop PC. Kombinasi dengan rasio layar 3:2 membuat pengalaman multitasking jauh lebih natural dibanding tablet dengan rasio 16:9.
Kehadiran Xiaomi HyperAI menambah nilai dengan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan. Gemini Overlay memungkinkan akses asisten AI tanpa meninggalkan aplikasi aktif, sementara Xiaomi Creation bisa mengubah sketsa kasar menjadi ilustrasi yang lebih rapi – fitur yang sangat berguna untuk kreator konten.
Desain Premium dengan Bodi Aluminium Alloy Tipis 6,18mm
Xiaomi Pad 7 Pro mempertahankan bahasa desain minimalis generasi sebelumnya dengan bodi full metal. Material aluminium alloy memberikan kesan premium sekaligus kekuatan struktural yang baik. Ketebalannya hanya 6,18mm – lebih tipis 0,32mm dari Pad 6 Pro.
Tablet ini tersedia dalam tiga pilihan warna: Green, Blue, dan Gray. Uniknya, Xiaomi mengintegrasikan antena ke dalam bodi sehingga tidak terlihat garis pemisah seperti pada kebanyakan perangkat metal. Di bagian samping, terdapat slot magnetik untuk mengisi daya stylus secara nirkabel.
Dengan berat 500 gram, Pad 7 Pro memang terasa lebih berat dibanding beberapa kompetitor. Namun, bobot ini sebanding dengan konstruksi solid dan baterai berkapasitas besar yang dibawanya.
Aksesori Pendukung: Focus Pen dan Focus Keyboard
Xiaomi menawarkan dua aksesori opsional yang bisa mengubah Pad 7 Pro menjadi workstation portabel. Focus Pen generasi terbaru memiliki latensi sangat rendah (hanya beberapa milidetik) dan tekanan 4.096 level, setara dengan stylus premium di pasaran.
Sementara Focus Keyboard menawarkan pengalaman mengetik layaknya laptop. Jarak antar tombol 1,3mm cukup nyaman untuk pengetikan panjang. Keyboard ini memiliki mekanisme lipat cerdas yang secara otomatis mematikan input saat dilipat ke belakang, mencegah ketikan tidak sengaja.
Sayangnya, kedua aksesori ini dijual terpisah dengan harga yang cukup premium. Bagi pengguna yang membutuhkan fungsi produktivitas penuh, biaya tambahan ini perlu diperhitungkan dalam anggaran.
Snapdragon 8s Gen 3: Performa Flagship dengan Harga Lebih Terjangkau
Xiaomi Pad 7 Pro ditenagai Snapdragon 8s Gen 3, varian yang lebih terjangkau dari flagship Snapdragon 8 Gen 3. Chipset 4nm ini memiliki konfigurasi octa-core dengan prime core Cortex-X4 berkecepatan 3.0GHz, didukung GPU Adreno 732.
Dalam pengujian benchmark oleh YugaTech, Pad 7 Pro mencetak skor Antutu v10 sebesar 1.540.924 – angka yang sangat impresif untuk kelasnya. Untuk Geekbench 6, skor single-core mencapai 1.957 dan multi-core 5.297, menunjukkan kemampuan yang solid untuk tugas berat.
Kombinasi dengan RAM 12GB (bisa diekspansi secara virtual) dan penyimpanan UFS 512GB membuat tablet ini sanggup menangani multitasking ekstrem sekalipun. Dalam uji gaming, Wuthering Waves dan Call of Duty Mobile bisa dijalankan di setelan maksimal dengan frame rate stabil.
Baterai 8850mAh dengan Pengisian Cepat 67W
Kapasitas baterai 8.850mAh pada Pad 7 Pro termasuk besar untuk kelas tablet 11 inci. Xiaomi mengklaim tablet ini bisa bertahan hingga 19,8 jam untuk pemutaran video atau 262 jam untuk pemutaran musik.
Dalam pengujian real-world oleh PhoneArena, Pad 7 Pro bertahan selama 11 jam 54 menit untuk browsing, 8 jam 20 menit untuk video playback, dan 9 jam 12 menit untuk gaming. Angka-angka ini menempatkannya di posisi kedua dalam kategori battery life.
Dukungan pengisian cepat 67W memungkinkan pengisian dari 0-64% dalam 30 menit, atau penuh dalam sekitar 1 jam. Meski tidak secepat beberapa kompetitor, kemampuan ini sudah lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari.
Sistem Kamera: Ultrawide 32MP untuk Video Call
Meski kamera bukan fokus utama tablet, Xiaomi Pad 7 Pro menawarkan konfigurasi yang cukup mumpuni. Kamera belakang 13MP dengan aperture f/2.2 mampu merekam video 4K@60fps – spesifikasi yang jarang ditemui di tablet.
Yang lebih menarik adalah kamera depan 32MP ultrawide, sangat berguna untuk video call atau meeting online. Lensa ultrawide memungkinkan lebih banyak orang masuk dalam frame tanpa perlu menjauh dari perangkat.
Meski modul kamera belakang terlihat seperti memiliki multiple lensa, sebenarnya hanya satu kamera yang benar-benar berfungsi. Lingkaran lainnya hanya elemen desain semata – pilihan yang sedikit mengecewakan mengingat harganya yang premium.
Konektivitas Lengkap: WiFi 7 dan Fingerprint Sensor
Xiaomi Pad 7 Pro menjadi salah satu tablet pertama yang mendukung WiFi 7, menawarkan kecepatan lebih tinggi dan latensi lebih rendah dibanding WiFi 6. Sayangnya, tidak ada dukungan jaringan seluler – sebuah kompromi yang juga ditemui di generasi sebelumnya.
Kehadiran sensor fingerprint side-mounted menjadi tambahan menyenangkan, memberikan opsi autentikasi yang cepat dan aman. Fitur ini tidak tersedia di varian reguler Pad 7, membuat Pro version terasa lebih premium.
Port USB-C 3.2 mendukung video output, memungkinkan penggunaan dengan monitor eksternal. Ada juga infrared blaster yang bisa mengubah tablet menjadi remote universal, serta gyroscope untuk kontrol game yang lebih presisi.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Di balik segudang kelebihan, Xiaomi Pad 7 Pro memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, tidak adanya dukungan jaringan seluler memaksa pengguna bergantung pada WiFi atau tethering. Kedua, absennya slot microSD membatasi ekspansi penyimpanan, meski kapasitas internal 512GB sebenarnya sudah cukup besar.
Bobot 500 gram mungkin terasa berat untuk penggunaan jangka panjang, terutama saat digenggam. Selain itu, meski mendukung aksesori stylus dan keyboard, kedua item ini tidak disertakan dalam paket penjualan – sebuah keputusan bisnis yang bisa dimaklumi tapi tetap mengecewakan.
Xiaomi Pad 7 Pro adalah tablet all-rounder terbaik di kelas harganya. Dengan layar lebar ideal untuk produktivitas, performa tangguh, dan baterai tahan lama, tablet ini cocok untuk profesional kreatif maupun pengguna biasa yang menginginkan pengalaman hiburan premium. Meski ada beberapa kompromi seperti bobot dan tidak adanya aksesori bawaan, nilai yang ditawarkan tetap sulit ditandingi.